Sabtu, 15 Oktober 2011

Review: 50/50



Directed by JONATHAN LEVINE written by WILL REISER cast JOSEPH GORDON LEVITT, SETH ROGEN, ANNA KENDRICK, BRYCE DALLAS HOWARD, ANJELICA HUSTON released in 2011

BINTANG


Di tangan sutradara tertentu, film dengan topik penyakit kanker pasti dibawa ke arah tear-jerker di mana banyak adegan yang didramatisir untuk menarik simpati penonton terhadap karakter utamanya. Lain ceritanya dengan film arahan Jonathan Levine ini. Film 50/50 ini ditulis oleh Will Reiser yang pengalamannya berjuang melawan kanker menjadi jalan cerita Adam yang dimainkan dengan baik oleh Joseph Gordon Levitt. Seth Rogen yang bermain sebagai Kyle, sahabat Adam di film ini, pada realitanya memang teman baik Will yang mendorongnya untuk mengadaptasi pengalamannya ke dalam naskah skrip ini.

Lalu apa maksud trivia tersebut? Yang ingin saya tekankan adalah film ini ditulis dengan perasaan dari orangnya sendiri yang mengalami penyakit kanker dan dibuat dengan dukungan teman-temannya tanpa banyak ikut campur studio Hollywood. Alhasil, cerita yang kita lihat adalah layaknya seorang pria muda dalam kesehariannya.

Adam yang kita lihat di film ini adalah pria super baik dan taat peraturan dan hidup sehat. Lantas ketika dia diberi tahu dokter ada kanker di tulang punggungnya, ada rasa panik dan kaget luar biasa. Ketakutan untuk matipun muncul dan kita sebagai penonton juga merasa kasihan karena itulah pikiran pertama yang muncul kalau kita didiagnosis seperti Adam. Apakah Adam pulang menangis meraung-raung? Untungnya tidak. Film ini lebih menggambarkan bagaimana hubungan Adam dengan orang terdekatnya membantunya melawan penyakit kanker.

Di film ini sayangnya digambarkan ada dua tipe perempuan. Satu adalah pacar Adam, Rachael yang dimainkan oleh Bryce Dallas Howard dan calon dokter terapi muda, Katherine. Walau Rachael ada berbuat salah, tapi film ini menggambarkannya sebagai jenis perempuan paling buruk sedunia. Adam yang kita lihat baik awalnya malah terlihat berlebihan menghina pacarnya. Apa perlu dia diusir telak dari rumah kita? Apa perlu juga lukisan karyanya dibakar dan dicoret-coret? Entah Adam ini perlu media pelepasan, tapi tindakan itu terasa salah. Di sisi lain muncullah Katherine yang dengan amatir tapi penih kesungguhan membantu terapis Adam. Mungkin selain Adam di film ini, karakter Anna Kendrick di sini adalah yang paling manusiawi dan penuh kejujuran. Caranya menanggapi penolakan awal dari Adam membuat kita suka padanya.


50/50 menunjukan bahwa obat terbaik melawan kanker adalah mendapat dukungan dari teman dekat kita dan juga dari keluarga kita. Lalu saya sadar bahwa film ini mau memperlihatkan bahwa Adam juga punya kelemahan yaitu dia mau berdiri sendiri tanpa dikasihani orang tuanya, yaitu Anjelica Huston sebagai ibunya dan Serge Houde sebagai bapaknya yang menderita Alzheimer. Saya yang menonton juga sadar bahwa tanggapan orang tua yang berlebihan adalah salah satu bentuk kasih sayang mereka. Film ini menawarkan humor ala Seth Rogen yang berbau sex dan macamnya dan untuk kali ini humor itu semua bekerja tanpa terasa out of place untuk sebuah film tentang komedi. Tapi ada satu momen yang hampir membuat saya menangis pada akhirnya di mana Adam akhirnya menunjukan betapa takutnya ia sebelum operasi dan tidak mau ditinggal ibunya. Disitulah, tanpa rasa klise, film ini akhirnya menunjukan permainan emosinya.

Ingat film Love and Other Drugs yang dibintangi Anne Hathaway dan Jake Gyllenhaal? Film tersebut hampir sama pada intinya dengan film ini. Di mana film itu banyak dicampuri unsur romantis, film ini menghindari jalan tersebut. Kru film ini semua setuju bahwa inti film ini adalah perjalanan Adam dan kankernya, bukan Adam dan seorang Hawa lainnya.

Pasti semua yang menonton film ini akan jatuh cinta pada adegan Adam membawa pulang Kyle yang sedang mabuk dan baru tahu betapa besar secara diam-diam support Kyle yang kerjanya hanya melucon saja terhadap kondisinya. Tapi kalau berbicara akting dari Gordon Levitt, momen di mana dia frustrasi dan break down, di situlah sisi paling manusiawi yang kita lihat dari seorang pria dengan penyakit kanker di masa mudanya. 50/50 bisa menginspirasi dan menghibur dengan baik dan porsi seimbang. Dibantu dengan akting prima dari Gordon Levitt dan pemain pembantunya (terutama Anna Kendrick), 50/50 menjadi contoh bahwa cerita tentang kanker tidak harus didramatisir berlebihan untuk memikat penonton jika dibuat dengan penuh hati dan tetap berpegang pada pengalaman sendiri.

2 komentar: